Magelang memiliki banyak destinasi wisata alam, belum semua tempat wisata saya jelajahi sudah ada tempat baru yang ngehits untuk dikunjungi lagi. Tempat wisata alam nuansa pegunungan/gunung yang selama ini banyak orang tau mungkin Ketep Pass dengan pemandangan yang dikelilingi oleh 5 Gunung yaitu Merapi, Merbabu, Sindoro, Sumbing, dan Slamet.
Tempat wisata ngehitz di Magelang yang kemarin Lebaran saya kunjungi adalah Punthuk Mangir Gunung Payung. Terletak di Dusun Bulusari, Desa Bawang, Kec. Tempuran Kabupaten Magelang.
Jika dari daerah Salam Kanci sebelum pertigaan Babrik belok kanan, di pinggir jalan persis nanti kamu melihat baliho seperti ini :
Jalan yang kita lalui relatif sepi, secara waktu itu udah jam 11 siang dan mepet waktu pada Jum’atan, tapi enaknya disana kita bebas jengpretan tanpa antri 😀
Tiket masuk relatif murah hanya Rp 5000,- sudah termasuk asuransi, parkir motor Rp 2000,- dan parkir mobil Rp 5000,- . Kendaraan kita dijamin aman karena di deket parkir pintu masuk dijaga oleh mas-mas dan bapak-bapak yang memantau dan membantu motor kita keluar ketika pulang nanti.
Namanya aja gunung pasti medan jalannya naik, tapi jangan khawatir untuk menuju ke spot yang dituju dibuat anak tangga dengan batas antar anak tangganya menggunakan bambu.  Disarankan kamu wahai para wanita menggunakan sandal flat aja, atau sendal gunung jika punya. Temen saya yang ala-ala ulala banget naik gunung menggunakan heels seperti pada pic dibawah. Alhasil waktu menapaki tanah yang gembur haknya nancep 😀 😀
Pokoknya kalau nggak lagi shooting pilem tidak disarankan memakai sandal atau sepatu berhak ya gaes
Dibeberapa spot anak tangga atau di spot tertentu diatas terpampang pesan-pesan yang cekrekable “SKILLMU MUNG KAKEAN SANDIWORO”. Bermaksud memberikan pesan kepada polah tingkah manusia bahwa, kepada sesama manusia lainnya itu jangan hanya pintar/kebanyakan bersandiwara alias munafik. Hidup ini apa sih yang dicari jika bukan kebaikan dan kejujuran 🙂
Diatas ada gardu pandang yang memanjakan mata kita untuk menatap alam bebas, pepohonan rimbun nuansa pegunungan dengan udara yang segar berhembus. Pandangkan matamu ke alam bebas ini, kemudian rentangkan kedua tanganmu, terus…terus… udah berasa ala film titanic belum ? 😀

Kalau pikiran kamu lagi bunek dan stress cukup relaksasi berdiri disitu aja ya, nggak perlu pakai acara lompat, kalau mau lompat mending barengan sama temennya, pakai karet yang disusun memanjang :v

Iconic memang spot foto-foto berbentuk sarang burung yang satu ini, bawaannya hepi aja difoto disitu. Sambil begaya ala Peri yang keluar dari persembunyian dari makhluk jahat, ataupun bergaya ala Peri Kebaikan yang berhasil mengalahkan dan menduduki singgasana peri Hitam…hahaha :v
Naik ke spot foto sarang burung ini wajib melepas alas kaki, alasannya sederhana, agar singgasana yang cantik nan megah ini kebersihannya tetap terjaga untuk digunakan oleh seluruh penduduk bumi. Jadi jika kamu pengen foto-foto tapi tetap memakai sepatu kesayangan, ketika naik dilepas dulu ya. Jika pengunjung ramai maka tidak perlu berlama-lama menyamankan diri disitu, kita hargai keinginan pengunjung lain yang ingin merasakan duduk manjah di sarang burung ini.
Turunnya juga perlu berhati-hati gaes, karena anak tangganya menggunakan bambu yang diposisikan miring, nggak perlu lompat-lompat seperti marsupilami, mbok malah kepadhuk tibo njur bendes :v
Keteduhan apalagi yang tidak ditawarkan disini, suasana rindang dan sejuk dibawah pepohonan, ketambahan spot foto-foto bernuansa taman payung disini membuat kamu tambah betah. Mungkin ini kali ya yang menjadi alasan kenapa tempat wisata alam ini dikasih nama Gunung Payung. Jadi kalau pas hujan turun, sementara kamu masih terjebak disitu nggak perlu keburu pulang, tinggal berdiri aja dibawah payung2 itu 😀 😀
Gaes… kamu yang tergabung di organisasi pemuda atau organsasi sosial, tempat ini juga cozy banget lhoh buat ngadain gathering atau outbond. Pikniknya dapet, relaksasinya dapet, hal-hal yang perlu dirembug di organisasimu juga bisa dilakukan disini.
Habis jalan-jalan itu laper pasti… jangan khawatir di atas sini ada warung-warung yang menyediakan makanan kecil, minuman, gorengan , bakso juga ada. Masalah harga jangan khawatir meskipun letaknya agak jauh dari kampung penduduk tetapi jajanannya relatif murah. Waktu kesana kita berdua makan bakso 2 porsi, gorengan 5 , dan minuman dua gelas cuma habis Rp 18.000,-
Udah siangan gaes, kita belom sholat dzuhur waktu itu. Kita putuskan buat turun gunung nyari masjid. Jalannya pulang membuat kita harus berhati-hati gaes, soalnya ada turunan tajam dan masih berbatu. Kalau salah teknik ngeremnya kita udah njungkel :v
Sesampai di depan masjid tampak beberapa bapak-bapak yang sedang duduk sembari ngobrol, salah satu dari mereka memegang HT untuk koordinasi. Saya tengok diseberang kanan jalan ternyata disini menjadi spot informasi untuk Wana Wisata Punthuk Mangir ini.