Wisata Gunung Gono tawarkan pesona alam karena di area ini kita dapat berselfy dengan pemandangan dengan latar belakang dua gunung yang bersanding bersebelahan yaitu Gunung Merapi dan Gunung Merbabu. Selain itu kondisi lingkungan yang masih asri dan sejuk dihiasi rindangnya pohon bambu dan juga di bawahnya terdapat hamparan sawah yang subur. Dihamparan sawah kita dapat melihat pemandangan nan elok aktifitas warga yang sedang bercocok tanam tanpa mengenal lelah dan capek. Aktifitas warga meliputi menanam padi (tandur) , mencangkul, mentraktor, menyemprot, memetik padi , memetik hasil sawah dan lain sebagainya dapat dilihat dari sini.
Gunung Gono selain merupakan dataran tinggi juga sudah dilengkapi dengan panggung yang terbuat dari bambu sehingga pemandangan diarea sekitar semakin jelas dapat dilihat. Bahkan bisa untuk memantau kondisi gunung Merapi saat kondisi Freaktif.
Gunung gono sebenarnya terdapat situs sejarah hindu karena di sini ditemukan yoni besar dan juga potongan Arca Ganesha. Selain sebagai situs bersejarah tempat ini juga sebagai tempat ziarah karena di sini terdapat makam Kyai Mukri. Sungguh sangat lengkap apa yang dapat dilihat disini yaitu wisata alam, situs bersejarah dan juga.
Untuk menuju tempat ini kita dapat menuju Terminal Drs. Prajitno Muntilan , dari situ bisa naik ojek yang langsung ketempat tujuan ada pula angkutan mini bus ( kopata ) jurusan Pasar Talun Dukun dan turun di Dusun Gunung gono.
Untuk memasuki wisata alam Gununggono ini para turis masih belum dipungut biaya. Wisatawan cukup membayar uang parkir sepeda motor Rp2.000 dan mobil Rp5.000. Setelah itu, bisa menikmati wisata dengan melawati jalan setapak untuk sampai di Gununggono.
Nantinya, wisatawan bisa selfie di panggung dengan latar belakang Gunung Merapi maupun Merbabu. Konon kawasan tersebut merupakan lokasi pertama untuk pemantauan Gunung Merapi serta ada peninggalkan Yoni dan Arca Ganesha.

Ketua Kelompok Sadar Wisata Tirta Biru Fatkhul Mujib mengatakan, di kawasan tersebut dibangun panggung dari bahan bambu untuk lokasi selfie. “Tempat-tempat selfie yang kami buat tersebut makin menambah kekhasan wisata alam di bukit yang ditumbuhi beragam jenis pohon bambu,” kata Fatkhul.
Saat ini tercatat 100 wisatawan setiap harinya datang dan untuk hari libur bisa mencapai 500 pengunjung. Mereka bukan saja wisatawan local dan luar kota, juga mancanegara. Biasanya datang bersama keluarga.
“Para pengunjung kebanyakan berburu sunrise dan mencari ketenangan untuk lebih dekat dengan alam. Selain itu, Gununggono merupakan destinasi wisata yang sarat sejarah,” ujar dia.